
Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan ini, tidak jarang kita terjebak dalam rasa kurang. Selalu merasa tidak cukup, selalu ingin lebih. Padahal, dalam ajaran Islam dan nilai-nilai kehidupan yang luhur, ada kekuatan besar dalam mensyukuri yang sedikit.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7).
Ayat ini tidak hanya berbicara tentang jumlah nikmat, tetapi tentang sikap hati. Mensyukuri yang sedikit bukan berarti menolak kemajuan atau berpuas diri secara stagnan. Namun, itu adalah seni menerima dengan lapang dada, merasakan cukup atas apa yang ada, dan tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk berhenti berbahagia.
Mengapa Harus Bersyukur atas yang Sedikit?
1. Mengundang Keberkahan
Apa yang kita miliki, meskipun tampak sedikit, akan menjadi cukup bahkan melimpah jika disertai rasa syukur. Allah bisa menjadikan rezeki yang sederhana terasa istimewa dan penuh manfaat.
2. Melatih Hati agar Tidak Tamak
Syukur adalah benteng dari penyakit hati seperti iri, dengki, dan rakus. Dengan bersyukur atas yang sedikit, kita belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar.
3. Menemukan Ketenangan Hidup
Saat hati bersyukur, hidup menjadi ringan. Kita tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Kita lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan berarti.
4. Membuka Pintu Keikhlasan dan Kebaikan
Orang yang bersyukur atas sedikit, biasanya lebih dermawan. Mereka sadar bahwa apa pun yang dimiliki adalah titipan, dan tidak ragu untuk berbagi.
Rasulullah SAW, meski menjadi pemimpin umat, menjalani kehidupan yang sederhana. Beliau tidak hidup dalam kemewahan, namun hatinya penuh syukur. Bahkan dalam kondisi paling sulit, beliau tetap mengucap “Alhamdulillah”.
Kisah para sahabat pun mengajarkan hal yang sama: keberkahan bukan diukur dari jumlah, melainkan dari keikhlasan hati dalam menerima dan memberi.
Jangan tunggu banyak untuk mulai bersyukur. Karena bisa jadi, saat kita mensyukuri yang sedikit, Allah justru menghadirkan lebih banyak hal baik yang tak kita sangka.
Mari belajar untuk melihat nikmat Allah bukan dari besar kecilnya, tapi dari rasa cukup yang tumbuh di hati.
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu bersyukur ketika diberi yang banyak.” (HR. Ahmad)