Sabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya, Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas, serta member rezeki. Dan sesungguhnya, aku harap bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi di jiwa atau di harga.” (Diriwayatkan Lima Imam Kecuali Imam Nasa’i).

Yunus bin Ubaid adalah seorang pedagang perhiasan di zaman Tabiin. Pada suatu hari, Yunus menyuruh saudaranya untuk menjaga toko karena ia akan mengerjakan shalat. Tak lama kemudian, datangalah seorang badui yang hendak membeli perhiasan. Terjadilah transaksi jual beli antara si badui dengan saudaranya Yunus.

Satu perhiasan yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham. Sebenarnya, Yunus sudah memberitahu saudaranya bahwa perhiasan itu harganya dua ratus dirham. Namun, si Badui membeli perhiasan itu dengan harga empat ratus dirham.

Di tengan jalan, orang Badui itu bertemu dengan Yunus bin Ubaid. Melihat perhiasan yang berasal dari tokonya, Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si Badui “Berapa harga perhiasan yang kamu beli ini?Tanya Yunus kepada orang Badui itu. “Empat ratus dirham,” jawab orang Badui.

“Teptapi harga sebenarnya dua ratus dirham. Mari kita kembali ke tokoku agar dapat kukembalikan sisa uangmu.” Ajak Yunus bin Ubaid.

“Biarlah, tidak perlu. Aku sudah merasa senang dan beruntung dengan harga ini. Di kampungku harga perhiasan ini sekitar lima ratus dirham,” jawab si Badui

Namun, yunus tidak membiarkan orang badui itu pergi. Dia mendesak agar orang Badui itu mau kembali ke tokonya dan akan dikembalikan kelebihan uangnya. Awalnya, si Badui tetap tidak mau. Setelah dipaksa si Badui akhirnya menurut. “apakah kau tidak malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan harga dua kali lipat?” Yunus bertanya dengan marah kepada saudaranya ketika orang Badui itu telah pergi.

“Orang itu sendiri yang mau membelinya dengan harga empat ratus dirham,” saudaranya mengelak dan berusaha menjelaskan bahwa dirinya di pihak yang benar. “ya, tetapi di atas pundak kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan diri kita sendiri,” jawab Yunus bin Ubaid tegas.

Sahabat, Menjadi pedagang beriman berarti menjadi Pedagang yang jujur dan amanah dalam mencari rezeki yang halal. Hindari penipuan dalam perdagangan agar usaha berjalan aman, tentram, dan berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.